ANGGARAN DASAR

LEMBAGA ADAT MELAYU (LAM)

PROVINSI KEPULAUAN RIAU

MUKADDIMAH

Bismillahirrahmanirrahim

Sejarah telah membuktikan bahwa keberhasilan suatu bangsa dalam pembangunannya sangat ditentukan oleh budaya itu sendiri. Rumusan ini sudah menjadi kesepakatan dikalangan pakar sosiologi dunia, bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam pemberian bantuannya menekankan bahwa pembangunan suatu bangsa haruslah berdasarkan atas budaya bangsa itu sendiri.

Kekayaan Adat Resam Melayu yang bersendi syara’ dan nilai-nilai luhur budaya dan norma-norma social masyarakatnya, menjadikan adat memegang peranan penting serta kedudukan terhormat dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Adat bukan saja membentuk kepribadian yang beradat akan tetapi lebih dari itu mampu mewujudkan keamanan dan ketertiban, kedamaian dan kesejahteraan dalam kehidupan sehari-hari.

“Tak ada kusut yang tak terselesaikan, tak ada keruh yang tak terjernihkan” demikian pepatah adat. Hal ini terlihat dari perilaku masyarakat adat dalam menyelesaikan suatu permasalahan, dimana “Berat sama dipikul, Ringan sama dijinjing, Sakit jenguk menjenguk, Senang jelang menjelang” sehingga tercipta iklim dan semangat gotong royong, saing membantu senasib sepenanggungan, se aib semalu, yang pada gilirannya mengokohkan persatuan dan kesatuan serta menumbuhkan rasa memiliki dan bertanggung jawab yang tinggi atas semua yang dimiliki masyarakat adat.

Melalui adat dikembangkan pula sifat-sifat terpuji, yakni insane-insan yang bertaqwa, berkepribadian, berwawasan luas, kreatif, inovatif dan memiliki etos kerja yang tinggi, profesional serta bertanggung jawab. Insan-insan inilah dalam ungkapan digambarkan “Hidup beradat membawa tuah, kecil menjadi tuan rumah, Besar menjadi tuan negeri, Cerdik menjadi penyambung lidah, Berani menjadi pelapis, Pandai tempatnya bertanya, Alimnya tempat bertuah, Mudanya menjadi contoh, Tuanya menjadi teladan, Budinya menjadi ikutan, Bahasanya menjadi pegangan”.

Sadar akan kedudukan, tugas dan kewajiban dan bertanggung jawab kami sebagai warga Negara Indonesia, wajib berperan aktif dalam pembangunan bangsa ini dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui Pembangunan Ekonomi yang efektif dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa demi terwujudnya ketahanan nasional.

Kami atas nama masyarakat Melayu Provinsi Kepulauan Riau, didorong oleh keinginan luhur dengan ini menyatakan, berhimpun dalam suatu wadah Organisasi “Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau ( LAM KEPRI )” dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

 

 

NAMA, KEDUDUKAN DAN WAKTU

NAMA

Pasal 1

Organisasi ini bernama “ Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau”.

KEDUDUKAN

Pasal 2

“ LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI )” ini berkedudukan di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

WAKTU

Pasal 3

“ LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI )” ini didirikan pada tanggal 29 ( dua puluh sembilan ), bulan Juni, tahun 2006 ( dua ribu enam ), dan didirikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan lamanya.

BAB II

AZAZ, SENDI DAN TUMPUAN

AZAZ

Pasal 4

“ LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI )” ini berazazkan Pancasila.

SENDI

Pasal 5

“ LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI )” bersendikan adat, Adat bersendikan Syara’, Syara’ bersendikan Al-Qur’an nul Karim.

TUMPUAN

Pasal 6

“ LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI )” bertumpu pada kepribadian bangsa dan hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI ).

BAB III

TUJUAN, SIFAT DAN FUNGSI, TUGAS POKOK

TUJUAN

Pasal 7

“ LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI )” ini mempunyai tujuan sebagai berikut :

  1. Menggali, memelihara, membina dan mengembangkan nilai-nilai Adat dan Budaya Melayu Kepulauan Riau sebagai usaha memperkaya dan memperkokoh jai diri masyarakat Melayu dan merupakan bagian dari khazanah kebudayaan Nasional.
  2. Mewujudkan masyarakat Adat dan Budaya Melayu Kepulauan Riau yang maju dan sejahtera sesuai dengan tujuan bangsa.
  3. “LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI )” bertujuan membela hak-hak masyarakat Adat untuk kepentingan kesejahteraan Lahiriah dan Batiniah masyarakat Melayu Provinsi Kepualauan Riau.

SIFAT DAN FUNGSI

Pasal 8

  1. “ LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI )” adalah Organisasi Sosial yang berorientasi kepada nilai-nilai Adat dan Budaya Melayu Kepulauan Riau.
  2. “ LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI )” sebagaimana dimaksud ayat (1) berfungsi sebagai :
  3. Wadah berhimpun anggota masyarakat Adat dan Budaya Melayu Kepulauan Riau.
  4. Menghayati, Mengamalkan, Memelihara dan mengembangkan nilai-nilai luhur Pancasila serta berorientasi pada program Pembangunan Nasional dan Daerah.
  5. Memantau, Menampung, Memadukan, Menyalurkan dan Membantu mencari jalan keluar dan penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat Melayu Kepulaun Riau.

TUGAS POKOK

Pasal 9

Untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud pada pasal 7 tugas pokok “ LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI )”

  1. Menggali, Membina dan Mengembangkan Adat dan Budaya didalam Daerah Provinsi Kepulaun Riau yang tidak bertentangan dengan ajaran agama Islam dan Pancasila sebagai azaz Negara Republik Indonesia.
  2. Mengadakan usaha-usaha penemuan, pengumpulan dan pengolahan bahan-bahan serta data Adat dan Budaya Melayu yang terdapat dalam Daerah Kepulauan Riau sepanjang tidak bertentangan dengan hukum Syara’ dan hukum Negara.
  3. Menamkan dan memperluas pengetahuan masyarkat Melayu terhadap Adat dan Budaya Melayu Kepulauan Riau dalam membentuk generasi penerus.
  4. Mengadakan dan mengusahakan kerjasama yang harmonis dan bermanfaat dengan golongan masyarakat dan Pemerintah.

Memberikan pendapat dan saran baik diminta maupun tidak diminta kepada Pemmerintah dalam rangka berperan serta untuk menggerakkan proses pelaksanaan Pembangunan Daerah.

BAB IV

ORGANISASI, WEWENANG, DAN KEWAJIBAN

ORGANISASI

Pasal 10

  1. “ LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI )”, terdiri atas :
  2. Lembaga Adat Melayu ( LAM KEPRI ) Provinsi Kepulauan Riau;
  3. Lembaga Adat Melayu ( LAM KEPRI ) Kabupaten/ Kota;
  4. Lembaga Adat Melayu ( LAM KEPRI ) Kecamatan;
  5. Lembaga Adat Melayu ( LAM KEPRI ) Desa/ Kelurahan;
  6. Atau Lembaga Adat Melayu ( LAM KEPRI ) di Wilayah Lainnya.
  7. Mengingat adanya kesamaan yang nyata pada tingkat Kecamatan, Kelurahan/ Desa dapat dibentuk kepengurusan Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau yang daerah kerjanya lebih dari 1 (satu) Kecamatan atau Kelurahan/Desa.
  8. Setiap Lembaga Adat Melayu Kepulaun Riau mempunyai Pengurus yang terdiri dari :
  9. Dewan Kehormatan ;
  10. Pengurus Harian ;
  11. Diluar daerah Provinsi Kepulauan Riau jika diperlukan dapat dibentuk suatu Badan Perwakilan Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau ( LAM KEPRI ).

WEWENANG DAN KEWAJIBAN

Pasal 11

  1. Dewan Pengurus “ LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI )” adalah Badan Pelaksana tertinggi LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI ) yang bersifat kolektif disetiap tingkatnya.
  2. Dewan Pengurus “ LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI )” berwenang yaitu :
  3. Menentukan kebijakan ditingkatnya masing-masing sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Keputusan Musyawarah dan Rapat serta Peraturan Organisasi LEMBAGA ADAT MELAYU ( LAM KEPRI ).
  4. Mengesahkan Komposisi dan Personalia Pengurus LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI ) setingkat dibawahnya.
  5. Menyelesaikan perselisishan kepengurusan LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI ) setingkat dibawahnya.
  6. Memberikan penghargaan dan sanksi sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
  7. Dewan Pengurus “ LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI )” berkewajiban sebagai :
  8. Melaksanakan segala ketentuan dan kebijakan sesuai Keputusan Musyawarah, Rapat dan Peraturan Organisasi “ LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI )”.

Memberi pertanggungjawaban pada Musyawarah “ LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI )”.

BAB V

MUSYAWARAH

Pasal 12

Musyawarah adalah pemegang tertinggi LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI ) yang diadakan sekali dalam 5 ( lima ) tahun.

 

BAB VI

KEANGGOTAAN

Pasal 13

Keanggotaan “ LEMBAGA ADAT MELAYU KEPULAUAN RIAU ( LAM KEPRI )” terdiri dari :

  1. Anggota Biasa, yaitu setiap anggota masyarakat yang merasa bahwa Adat Istiadat Melayu Kepulauan Riau adalah Adat Istiadatnya.
  2. Peraturan lebih lanjut tentang Keanggotaan sebagaimana yang dimaksud pada ayat 1 akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

 BAB VII

KEUANGAN

Pasal 14

  1. Keuangan Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau ( LAM KEPRI ) diperoleh dari :
  2. Usaha-usaha yang halal dan sah;
  3. Sumbangan masyarakat;
  4. Donatur;
  5. Bantuan Pemerintah;
  6. Bantuan lain yang tidak mengikat;
  7. Cara memperoleh dan mengelola keuangan Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau ( LAM KEPRI ) diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga.

BAB VIII

LAMBANG DAN TANDA-TANDA KEBESARAN

Pasal 15

  1. Lambang-lambang Adat Melayu Kepulauan Riau diatur dalam ketentuan khusus Pengurus Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau.
  2. Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau Perangkatnya mempunyai tanda-tanda kebesaran, panji dan pakain dan sebagainya yang diatur dalam suatu keputusan Pengurus Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau ( LAM KEPRI ).

BAB IX

PEMBUBARAN

Pasal 16

Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau ( LAM KEPRI ) dapat dibubarkan oleh dalam Musyawarah Besar Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau ( LAM KEPRI ) yang diadakan khusus untuk itu.

o.

BAB X

PERATURAN DAN PERALIHAN

Pasal 17

Peraturan-peraturan yang ada tetap berlaku selama belum diadakan perubahan dan tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

BAB XI

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 18

  1. Anggaran Dasar ini hanya dapat diubah dan atau ditambah dengan persetujuan suara terbanyak dalam Musyawarah Besar Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau ( LAM KEPRI );
  2. Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Pelaksanaan yang dikeluarkan oleh Pengurus Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau.

Ditetapkan      : Tanjungpinang

Pada Tanggal  : 15 Januari 2012

21 Shafar 1433 H

MUBES II LEMBAGA ADAT MELAYU

PROVINSI KEPULAUN RIAU

Presidium

Ketua              : Drs. Nazaruddin, MH           (d to)
Wakil Ketua    : Dr. Rumzi Samin, M.Si         (d to)
Sekretaris        : Hj. Zakbah, SH              (d to)
Anggota          : 1. Drs. Zamzami, MA           (d to)
2.Muhammad Nazar, SH        (d to)