LAM KEPRI Taja Pelatihan Kerajinan Tangan bagi Perempuan di Kepri

0

Tanjungpinang – Bidang pemberdayaan Perempuan Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau menggelar kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Kerajinan Tangan bagi Perempuan di Kepri, bertempat di Gedung Lembaga Adat Melayu KEPRI, Rabu (24/7).

Ketua Pelaksana Kegiatan Raja Syahniar, yang akrab dipanggil Mak Ninai dalam pidato laporan kegiatan nya menyampaikan agar di setiap rumah tangga mesti ada upaya kreativitas untuk menghasilkan kerajinan yang akan memberikan dan meningkatkan usaha ekonomi keluarga

“Di samping itu bertujuan untuk mensinergikan kegiatan di pariwisata dengan produk produk lokal yang berkualitas sehingga mempunyai daya tarik di setiap event di wilayah masing-masing” tutur Raja Syahniar.

Jumlah peserta pada kegiatan ini berjumlah 56 orang dari Kelurahan Kota Tanjungpinang, dan dibiayai oleh APBD Provinsi Kepri.

Acara yang dibuka oleh Ketua Lembaga Adat Melayu Kepri, Datuk Seri Setia Amanah H. Abdul Razak AB ini juga dihadiri oleh segenap pengurus Lembaga Adat Melayu Kepri, Sekretaris Dinas Kebudayaan Kepri, serta ketua LAM Kepri Kota Tanjungpinang.

LAM Harus Terus Beri Sumbangsih untuk Kemajuan Kepri

0

Wakil Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto, S.Sos, MM membuka sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 tahun 2014 tentang Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri. Sosialisasi ini dilaksanakan di Gedung LAM Kabupaten Bintan di Kijang, Sabtu (1/9).

Adapaun tema yang diangkat dari sosialisasi ini adalah sesuai dengan misi LAM, yakni ‘Dengan Perda nomor 1 tahun 2014 kita tingkatkan wibawa LAM serta marwah dan martabat masyarakat Melayu Kepulauan Riau’.

Pada kesempatan ini H. Isdianto yang juga  Datok Timbalan Setia Amanah Kepri berharap Perda ini benar-benar bisa menjadi kekuatan LAM dan Pemerintah dalam penyusunan anggaran kegiatan LAM.

Melahirkan sebuah  Perda, menurut Isdianto tidaklah mudah karena butuh proses dan komitmen semua elemen. Adapun dengan lahirnya Perda nomor 1 tahun 2014 ini membuktikan bahwa Pemprov Kepri sangat serius dalam membesarkan LAM. Dan Isdianto berharap ini menurun hingga tingkat Kabupaten dab Kota.

“Percayalah, Gubernur Kita H. Nurdin Basirun dan saya sebagai wakilnya 1000 persen kami mendukung keberlangsungan LAM ini. Kita mau orang masuk ke Kepri tahu tentang Melayunya. Dan LAM harus bisa mengemasnya dengan baik,” kata Isdianto.

Selain itu, mengingat saat ini Pemprov Kepri sedang giat-giatnya mengembangkan pariwisata dan budaya untuk mendongkrak PAD. Maka LAM juga diharapkan lebih kreatif dan bisa masuk kedalamnya untuk memberikan sumbangsih dari sudut budaya.

“Cara lain menjaga kebakuan adat Melayu ini. Alangkah baiknya jika dibikin sebuah buku yang simpel dan mudah dipahami. Selanjutnya  tambahan kurikulum di sekolah-sekolah tentang budaya Melayu. Ini saya yakin efektif,” ujar Isdianto.

Ditempat yang sama, ketua LAM Kepri Abdul Razak, AB mengatakan bahwa Perda nomor 1 tahun 2014 dulu ditandatangani oleh almarhum H..Muhammad Sani. Kemudian LAM diminta untuk memperjuangkannya di DPRD.

“Alhamdulillah Perda ini akhirnya lahir. gunanya untuk menata adat Melayu. Dan kita ini seperti sedang menata minyak yang penuh. Harus hati-hati agar tidak sampai tumpah,” kata Abdul Razak.

Abdul Razak  juga menegaskan jika Perda ini tujuannya untuk mendongkrak dan mempertahankan marwah dan adat istiadat Melayu yang ada. Sehingga sejalan pula dengan visi Kepri, yakni terwujudnya Kepulauan Riau sebagai Bunda Tanah Melayu yang sejahtera, Berakhlak Mulia dan ramah lingkungan serta unggul di bidang maritim.

“Pada hari ini kita mensosialisasikan Perda nomor 1 tahun 2014 . Tujuannya satu, yakni agar para pengurus LAM faham dan pemerintah tergerak menyiapkan anggaran untuk menjalankan roda organisasi LAM ini,” harapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam dalam sambutannya mengatakan anak Melayu tidak boleh terus-menerus menjadi pengemis di negeri sendiri. Karena sulit untuk mendapatkan anggaran setiap akan menyelenggarakan kegiatan.

“Posisi LAM ini seharusnya berada satu tingkat diatas Pemerintah. Sehingga LAM seharusnya mudah dalam menjalankan organisasi ini, termasuk dalam mendapatkan anggaran. Kunci untuk memperbaiki ini adalah komitmen Pemerintah. Dan Pemerintah adalah eksekutif dan legislatif,” kata Dalmasri.

Dalmasri juga meminta Pemerintah dan DPRD se Kepri agar bisa membangun komitmen dalam menjaga marwah LAM. Selain itu memposisikan LAM berada setingkat diatas pemerintah dan sebagai tempat meminta pendapat serta petuah.

Namun selain itu, lebih penting para pengurus LAM juga dimibta harus memiliki komutment yang kuat dalam menjalankan organisasi. Karena organisasi LAM bertujuan untuk menjaga marwah adat istiadat serta martabat budaya Melayu. (Bsr/humaskepri.id)

LAM Kepri Sosialisasikan Tatacara Pernikahan dan Tepuk Tepung Tawar

0
http://beritakarimun.com/2018/08/10/lam-kepri-sosialisasikan-tatacara-pernikahan-dan-tepuk-tepung-tawar/

Karimun,beritakarimun.com – Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau melakukan sosialisasi Pembinaan Sosialisasi Tata Cara Pengantin, Pengandaman, dan Tepuk Tepung Tawar Adat Istiadat Melayu Kepulauan Riau di Kabupaten Karimun, Jum’at (10/8/2018) sore di Gedung Nasional.

Ketua LAM Provinsi Kepri Datuk Sri Setia Amanah Abdul Razak Abu Bakar mengatakan, melihat kondisi wilayah Kabupaten Karimun yang berdekatan dengan negara lain disinyalir mudah terpengaruh oleh budaya negatif dari luar.

“Jika kita bandingkan dengan Batam dan Tanjung Pinang yaitu daerah yang mudah terjadi gesekan dengan budaya luar. Demikian juga Kabupaten Karimun,” Ujarnya saat memberikan sambutan.

Menurutnya, selama ini masih banyak masyarakat yang belum mengerti bagaimana tatacara pengantin dan tepuk tepung tawar sehingga melalui kegiatan tersebut diharapkan masyarakat lebih menambah pengetahuan tentang adat dan istiadat.

“Kita lihat selama ini masih masih banyak masyarakat yang lintang pukang (tidak sesuai adat) dalam melakukan prosesi tepuk tepung tawar.

Sementara itu, wakil gubernur Kepulauan Riau Isdianto juga menuturkan, perlu dilakukan pembinaan menyoal pengetahuan adat istiadat kepada masyarakat.

“Kondisi kita sekarang kalau kita tidak cepat mengangkat adat istiadat agar tergerus secara terus menerus. Khawatir kita banyak pendatang, ada ke khawatiran kita jika tidak dilaksanakan secara cepat dengan melakukan pembinaan langkah demi langkah,” ungkapnya.

Dikatakannya, LAM dapat mengambil peran sebagai penyeimbang kepada masyarakat dari budaya moderinisasi yang saat ini kian menguat.

“Anak-anak remaja saat ini tidak terlalu perduli dengan hal seperti ini. Maka peran serta LAM sangat diperlukan sebagai penyeimbang,” ujar orang nomor dua di Kepri itu.

sumber:http://beritakarimun.com/2018/08/10/lam-kepri-sosialisasikan-tatacara-pernikahan-dan-tepuk-tepung-tawar/

Pengurus LAM KEPRI Berbuka Puasa Bersama Gubernur dan Wakil Gubernur, OPD, serta Tokoh Masyarakat

0

Lamkepulauanriau.id – Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau menggelar Majelis Buka Puasa Bersama Datok Setia Amanah Gubernur Kepulauan Riau, Dr. H Nurdin Basirun  dan Timbalan Datok Setia Amanah Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto, MM di Gedung LAM Kepulauan Riau, Ahad(27/5/2018).

Majelis yang dipandu oleh pewara(MC) Ardiansyah, S.Sos.I ini diawali dengan pembacaan kalam Illahi oleh Ustad. Duduy Sa’dullah, S.Pd. Kemudian dilanjutkan oleh elu-eluan tuan Rumah, Ketua LAM Kepulauan Riau, Datok Seri Abdul Razak AB.

Selepas elu-eluan yang disampaikan oleh ketua LAM, Datuk Setia Amanah Gubernur Kepulauan Riau, Dr. H. Nurdin Basirun pun sampai ke tempat majelis. Tak menunggu lama, Gubernur langsung didaulat untuk menyampaikan sepatah dua patah kata sebagai Penyeri Majelis. Tak beberapa lama, Timbalan Datuk Setia Amanah Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Isdianto, MM turut hadir di tengah-tengah majelis.

Menjelang berbuka puasa, Ustad H. Ali Asir Nasution menyampaikan tazkirah ringkas kepada segenap khalayak yang hadir dalam majelis berbuka puasa. Sebagai orang yang baru di Kepulauan Riau, terutama Tanjungpinang, Ia juga mengutip kedalaman ilmu dari keindahan karya agung Raja Ali Haji, Gurindam XII, terutama di pasal yang berkaitan dengan puasa, yaitu pasal 2 yang berbunyi Barang siapa meninggalkan puasa, tidaklah mendapat dua temasya”  

Majelis Buka Puasa Bersama LAM KEPRI dan Gubernur serta Wakil Gubernur ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat antara lain Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Tengku Said Arif Fadillah,  Peneraju Saudagar Melayu Kepri dan anggota Dewan Kehormatan LAM KEPRI, Datuk Seri Lela Budaya Rida K. Liamsi, OPD Kepri seperti Kepala Biro Perekonomian KEPRI, Herry Sani, Kepala Dispora, Mayfrizon, Ketua MUI Kepri, Azhar Hasyim, Rektor UMRAH, Prof. Syafsir Akhlus, Perwakilan Kejati KEPRI, Hartam, Wadan LANTAMAL IV, Komandan DANREM, Ketua DMI Kota Tanjungpinang, H. Syahrul serta segenap Tokoh Masyarakat lainnya yang sudi hadir memenuhi jemputan Majelis Buka Puasa Bersama LAM KEPRI.

Penulis & Foto : Adi Pranadipa

Gelar Datok Setia Amanah untuk Nurdin, Timbalan Datok Setia Amanah untuk Isdianto

0

Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau memberikan gelar kehormatan kepada Gubernur Nurdin Basirun dan Wakil Gubernur Isdianto. Gelar Datok Setia Amanah diberikan kepada Nurdin Basirun, sedangkan Isdianto mendapat gelar Timbalan Datok Setia Amanah.

Pemberian gelar itu berdasarkan Surat Keputusan Nomor 2 tahun 2018 tentang Istiadat Penambalan Gelar Adat. Penabalan dilakukan, Kamis (3/5) kemarin. “Gelar kehormatan diberikan melalui prosesi adat. Pemimpin sebelumnya juga mendapat gelar yang sama,”kata Ketua LAM Provinsi Kepri, Abdul Razak.

Wagub Isdianto (kiri) dan Gubernur Nurdin Basirun beserta istri

Abdul Razak memimpin prosesi pemberian adat tersebut. Dalam prosesi pemberian gelar itu, Razak memasangkan keris dan tanjak, yang dilanjutkan dengan tepuk tepung tawar dan ditutup dengan doa. Kata Razak, pemberian gelar ini merupakan amanah yang melekat pada Pemerintah Kepri yang diharapkan dapat memberikan tauladan dan tunjuk ajar bagi masyarakat Melayu. “Semoga datok-datok dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan baik, dan lancar dalam memajukan kebudayaan melayu di bumi Kepri,”ujarnya.

Sementara, Nurdin Basirun mengatakan gelar dari LAM merupakan amanah yang harus dipegang teguh dan dilaksanakan untuk kepentingan masyarakat Kepri. Dalam kesempatan itu, Nurdin mengimbau seluruh masyarakat mendukung pemerintahan dan memberikan sumbangan pemikiran kepada pemerintahan.
Ia juga minta agar masyarakat mendoakannya dan Wakil Gubernur Kepri Isdianto agar dapat menjalankan amanah dengan baik.**

 

 

Gubernur Kukuhkan Pengurus LAM Kepri Masa Khidmat 2017-2021

0

batampos.co.id – Nurdin mengukuhkan Pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau masa khidmat 2017-2021. Gubernur mengatakan bahwa identitas Melayu yang melekat di Kepri ha­rus terus dijaga keberadaannya. Untuk itu peran LAM sangat penting dalam menjaga hal tersebut.

Dinamika di tengah masyarakat yang cenderung berubah ditambah era modernisasi dengan kecanggihan teknologi yang kian deras dilanjutkan Nurdin harus dapat diantisipasi dalam geliat pembangunan di Kepri.

“Mari bersama bahu membahu untuk Kepri agar dapat menghadapi berbagai tantangan demi keberhasilan pembangunan,” ujarnya.

Berdasarkan surat Keputusan LAM Nomor 5 tahun 2018 menetapkan Abdul Razak me­n­jadi Ketua LAM dan Raja Al Hafiz sebagai Sekretaris dengan total anggota secara keseluruhan sebanyak 52 orang. Kepada keanggotaan LAM yang baru Nurdin berpesan dapat menjalankan tugas dan tanggungjawabnya dengan semaksimal mungkin.

“Amanah yang kita dapat dimanfaatkan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (jpg)

Datok Seri Perdana Mahkota Negara untuk Jusuf Kalla

0

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) dianugerahi gelar adat Melayu “Sri Perdana Mahkota Negara” oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau yang disematkan saat Perhelatan Memuliakan Tamadun Melayu Antarbangsa di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (19/11). Di wilayah yang dikenal dengan Bunda Tanah Melayu tersebut, Perhelatan Tamadun Melayu Antarbangsa mengundang negara-negara di Asia Tenggara di antaranya Malaysia, Singapura, Brunei dan Thailand.

Jusuf Kalla, tiba di Lingga didampingi Ibu Mufidah Kalla. Rombongan tiba setelah melakukan penerbangan dengan helikopter dari Bandara Hang Nadim, Batam menuju pulau Daik Lingga, Ibu Kota Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Rombongan yang turut serta di antaranya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur.

Sementara para undangan dengan pakaian tradisional Teluk Belanga, dengan duduk bersila menjadi saksi penganugerahan gelar tersebut di Balai Agung Negeri Kabupaten Lingga.

Wapres tiba bersama Ibu Mufidah Kalla dengan menggunakan pakaian adat Teluk Belanga berwarna merah, dan songkok warna hitam. Sementara kain warna merah, kuning dan hijau menjadi latar dalam acara tersebut.

Pencak silat selamat datang menyambut Wapres dilakukan sebelum memasuki tempat acara upacara penganugerahan gelar. Acara tersebut diawali dengan menyanyikan lagi Indonesia Raya, sebelum disambut dengan lima orang menarikan Tari Selamat Datang.

Johan M Isa mengumandangkan ayat suci Alquran surat Al- Isra ayat 9-10 yang diteruskan dengan pembacaan Surat Keputusan Penganugerahan Gelar Adat Melayu oleh Hj Raja Hafizah. Wapres JK mendapatkan gelar Sri Perdana Mahkota Negara, sementara Ibu Mufidah memperoleh gelar Sri Puan Mufidah Kalla.

Pembacaan Warkah Anugerah Lembaga Adat Melayu oleh Datok Sri Setia Amanah, Abdul Razak, yang dilanjutkan pemasangan tanda kebesaran adat berupa tanjak, selempang, keris dan warkah oleh Ketua Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau Abdul Razak.

“Pertama-tama saya ucapkan terima kasih memberikan penghormatan yang tinggi kepada saya dan istri saya. Dengan ini Insya Allah saya mengemban sebaik-baiknya sesuai amanah yang diberikan,” kata Wakil Presiden dalam kesempatan tersebut.

Wapres juga mengungkapkan hubungan sejarah yanga baik dan saling hormat-menghormati antara Bugis dan Melayu yang telah dirajut sejak beberapa abad lalu.

Ia mengungkapkan sebagai negara yang saling hormat menghormati, budaya Melayu penting bagi Bangsa Indonesia dengan memilih Bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia.

Ketua LAM Kepulauan Riau Abdul Razak mengatakan selain hubungan baik dan sejarah panjang antara Melayu dan Bugis, penghargaan juga diberikan karena menilai peran Wapres terhadap diberikannya gelar Pahlawan Nasional bagi Sultan Mahmud Riayat Syah dari Provinsi Kepulauan Riau.

Abdul Razak Kembali Pimpin LAM Kepri

0
batampos.co.id – Dato Sri Setia Amanah, Abdul Razak mencatat hatrik dalam buku sejarah Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri. Pasalnya lewat Musyawarah Besar (Mubes) III LAM Kepri di Hotel Laguna, Tanjungpinang, Senin (30/10), Abdul Razak terpilih secara aklamasi untuk memimpin LAM Kepri priode 2017-2022 mendatang.
“Amanah yang diberikan ini, adalah tanggungjawab yang besar bagi saya. Tentu, saya harus memberikan yang terbaik bagi LAM Kepri maupun bagi Provinsi Kepri,” ujar Abdul Razak menjawab pertanyaan media usai mubes, kemarin.
Menurutnya, setelah ini, pihaknya akan menyusun kerangka Organisaai LAM untuk priode 2017-2022. Diakuinya, pada priode 2012-2017 ada beberapa pekerjaan  rencana kerja yang belum terwujud. Seperti penataan rumah dan bangunan yang bercorak dengan adat istiadat melayu. Meskipun demikian, pihaknya tetap berupaya untuk menuntaskan itu di priode ini nanti.
“Sebagai lembaga yang bertanggungjawab untuk menjaga eksistensi adat istiadat melayu. Tentu membutuhkan dukungan semua pihak,” paparnya.
Sementara itu, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun saat membuka Mubes III LAM Kepri di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Minggu (29/10) malam lalu mengharapkan LAM bisa menjadi wadah untuk memberikan edukasi tentang budaya melayu di Provinsi Kepri. Gubernur juga menyampaikan apresiasinya atas kinerja yang diberikan LAM dalam membantu Pemerintah Daerah.
“Kita harus terus bekerjasama untuk menjadikan Kepri bertamdun.  Apalagi untuk membangun Kepri sebagai bunda tanah melayu harus bekerjasama dalam kekeluargaan,” ujar Gubernur.
Pantauan koran ini di arena Mubes, dari 10 pemegang hak pilih, tujuh pemilih mendukung Abdul Razak sebagai Calon Ketua LAM Kepri priode 2017-2022. Sementara tiga suara lainnya menjagokan Abdul Malik. Karena aturan organisasi menyatakan, yang berhak menjadi calon adalah mereka yang mendapatkan dukungan minimal lima suara. Atas dasar itu, Abdul Razak otomatis terpilih secara aklamasi.(jpg)

Serah Terima Jabatan Gubernur Terpilih SANUR

0

Prosesi Serah Terima Jabatan Gubernur terpilih Haji Muhammad Sani dan  Nurdin Basirun dilaksanakan di Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau pada tanggal 13 Febuari 2016.
Pengurus LAM Kepri menyambut dan memberikan Tepuk Tepung Tawar sebagai tanda penghormatan kepada Gubernur terpilih.

LAM Akan Sambut “SANUR” Secara Adat

0

Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau akan mengadakan upacara penyambutan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau terpilih secara adat di Bandara Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang.Gubernur Kepri terpilih Muhammad Sani dan Nurdin Basirun secara resmi akan dilantik di Istana Negara oleh Presiden RI Joko Widodo pada hari Jum’at tangggal 12 Februari 2016.Berdasarkan informasi akan dilantik pada pukul 14.00 wib.

Kami baru saja selesai rapat persiapan penyambutan Gubernur terpilih,InsyaAllah “Sanur” akan kita sambut scara adat di Bandara, ungkap Ketua LAM Kepri Abdul Razak.Pada kesempatan yang sama Sekretaris Lam Kepri Raja Al Hafis mengatakan bahwa seluruh pengurus akan bekerja sesuai dengan tugas yang telah disepakati, ada yang mempersiapkan perangkat adat, ada yang mempersiapkan susunan tata upacara adat dan sebagainya, pokoknya penyambutan nanti akan kita maksimalkan dan mari kita berdoa semoga berjalan lancar.

Masyarakat Kepri berharap Sanur dapat memmbawa Kepri menjadi lebih maju, aman, nyaman dan harmonis.

Kabar LAM KEPULAUAN RIAU

LAM KEPRI Taja Pelatihan Kerajinan Tangan bagi Perempuan di Kepri

Tanjungpinang - Bidang pemberdayaan Perempuan Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau menggelar kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Kerajinan Tangan bagi Perempuan di Kepri, bertempat...